Home Daerah Dalih Pemerataan, Dana BLT Kesra di Desa Mekarsari Diduga Disunat

Dalih Pemerataan, Dana BLT Kesra di Desa Mekarsari Diduga Disunat

Dalam unggahannya, pemilik akun @kang.tyas juga menyoroti adanya penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

140
0
SHARE
Dalih Pemerataan, Dana BLT Kesra di Desa Mekarsari Diduga Disunat

Keterangan Gambar : Dalam video tersebut dijelaskan bahwa saat penyerahan bantuan, warga terlebih dahulu difoto. Namun setelah proses dokumentasi selesai, bantuan diduga dipotong sebesar Rp600 ribu dengan dalih pemerataan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan.


Ugdnews.com - Garut – Dugaan praktik pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, mencuat setelah sebuah video yang berasal dari platform TikTok tersebar. Dalam video yang diunggah oleh akun @kang.tyas, disebutkan bahwa warga hanya menerima Rp300 ribu dari total bantuan sebesar Rp900 ribu.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa saat penyerahan bantuan, warga terlebih dahulu difoto. Namun setelah proses dokumentasi selesai, bantuan diduga dipotong sebesar Rp600 ribu dengan dalih pemerataan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan.

Dugaan pemotongan ini juga disebut dialami oleh warga lanjut usia atau jompo di Kampung Jatisari RT 02 RW 07. Salah satu pria dalam video menyebut bahwa proses penyerahan disaksikan oleh unsur RT, RW, serta Punduh/Kadus.

“Waktu penyerahan ada RT, RW, Punduh juga ada. Terus dipoto, setelah dipoto kemudian dipotong dengan alasan pemerataan,” ujarnya dalam video tersebut.

Dalam unggahannya, pemilik akun @kang.tyas juga menyoroti adanya penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pemilik video, pihak desa, serta unsur kecamatan untuk memperoleh klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi yang beredar. Seluruh informasi yang dimuat dalam berita ini bersumber dari video TikTok yang telah beredar luas, sehingga masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Perkembangan terbaru dari persoalan ini akan terus dipantau dan diberitakan kembali setelah ada keterangan tambahan.

(Red)

Iklan Detail Video

iklanhomebawah