Home News Jakarta Ketum Madas Nusantara, Jusuf Rizal Redam Warga Madura Yang Tersinggung Ucapan Wayan Setiawan Sebar Fitnah di Media Sosial

Ketum Madas Nusantara, Jusuf Rizal Redam Warga Madura Yang Tersinggung Ucapan Wayan Setiawan Sebar Fitnah di Media Sosial

138
0
SHARE
Ketum Madas Nusantara, Jusuf Rizal Redam Warga Madura Yang Tersinggung Ucapan Wayan Setiawan Sebar Fitnah di Media Sosial

Keterangan Gambar : Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, banyak warga Madura di luar Bali yang marah, karena freming Wayan Setiawan di media sosial telah melecehkan etnis Madura. Kemudian menggoreng kasus sampit, seolah warga Madura jadi common enemy (musuh bersama)


UgdNews.com, Jakarta - Ucapan Wayan Setiawan Politikus kader Partai Nasdem asal Bali yang mem-freming jika Ormas ke-Maduraan di Bali, seperti Madas Nusantara untuk membantu mengamankan Bali adalah bohong. Ia telah mencoba mengadu domba orang Madura dengan Pecalang dan masyarakat Bali

Menurut Tokoh Madura. Keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja, yang juga Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, banyak warga Madura di luar Bali yang marah, karena freming Wayan Setiawan di media sosial telah melecehkan etnis Madura. Kemudian menggoreng kasus sampit, seolah warga Madura jadi common enemy (musuh bersama)

Padahal, faktanya dalam pelantikan DPW Madas Nusantara Bali, 17 Mei 2026, tidak ada pernyataan jika Ormas Madas Nusantara menyebutkan akan membantu mengamankan Bali. Ormas Madas Nusantara hadir di Bali untuk mewadahi warga Madura di Perantauan guna meningkatkan kompetensi SDM berkualitas untuk Generasi Emas 2045.Menjadi wadah komunikasi. Informasi, silaturahmi dan pengembangan jaringan usaha, maupun sosial keagamaan.

Dari tayangan Wayan Setiawan narasi dsn diksi dinilai mengandung mensrea (niat tidak baik) menggiring opini ke politik, finah, ujaran kebencian dan Sara. Memprovokasi seolah kehadiran Ormas Madas Nusantara akan mengganggu stabilitas di Bali. Mengambil peran aparat TNI, Polri maupun ormas lokal dan Pecalang.

"Ormas Madas Nusantara jauh dari tuduhan dan framing negatif itu. Madas Nusantara bukan ormas preman. Justru kami meminta kepada pemerintah untuk mencabut AHU ormas preman agar ormas yang positif tidak terkena stikma negatif ormas preman," tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu

Atas pernyataan Wayan Setiawan, warga Madura di Bali lebih sabar. Namun yang di luar Bali, merasa marah dan geram. Mereka menilai pernyataan dan freming dengan narasi dan diksi negatif di Media Sosial, dimanfaatkan Wayan Setiawan, diduga bermotif politik untuk menaikkan elektsbilitasnya termasuk di medsos. Karena, ia pada Pemilu 2029 diduga akan mencalonkan diri jadi DPD (Dewan Pewakilan Daerah) RI dari Propinsi Bali.

Warga Madura di luar Bali menyesalkan tindakan Wayan Setiawan, yang dua kali jadi Caleg tapi gagal, memanfaatkan isu Sara sebagai batu loncatan politik. Tetapi kemarahan warga Madura di luar Bali diredam Jusuf Rizal. Ia memilih memproses hukum atas penyebaran ujaran kebencian maupun Sara lewat jalur hukum.

"Tim hukum Madas Nusantara sedang mempersiapkan materi pelanggaran, maupun Pasal-pasal yang dilanggar, khususnya penyebaran berita bohong maupun sara. Ormas Madas Nusantara merasa dirigikan atas freming dengan narasi dan diksi negatif, sehingga memunculkan rasa permusuhan antara anak bangsa," tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi Relawan Prabowo Subianto itu.

(Red)

Iklan Detail Video

iklanhomebawah