Ugdnews.com-Semarang-Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Dalam rekaman tersebut, sekolah tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar, meski secara administrasi masih tercatat memiliki puluhan siswa.
Video yang direkam di lingkungan sekolah itu memperlihatkan suasana lengang di jam sekolah. Tidak tampak satu pun murid mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Yang terlihat justru beberapa guru berada di teras sekolah, sebagian duduk santai, ada yang menikmati musik dangdut, dan seorang lainnya membuat kopi.
Perekam video mempertanyakan keberadaan siswa di SDN Batoporo Timur 1, terlebih sekolah tersebut disebut masih menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sekolah tidak ada murid, tidak ada KBM, tapi masih menerima bantuan MBG. Aktivitasnya hanya ngopi dan dangdutan. Kami minta Disdik dan pengawas pendidikan segera mengevaluasi,” ujar pria dalam video tersebut.
Menanggapi viralnya video itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan faktual. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menelusuri dugaan ketidaksesuaian data siswa dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Plt Kepala Disdik Sampang, Nor Alam, melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Moh. Yusuf, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dapodik, SDN Batoporo Timur 1 masih tercatat memiliki peserta didik aktif. Namun, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.
“Saat saya tiba sekitar pukul 07.30 WIB, tidak ada siswa dan tidak terlihat kegiatan belajar mengajar. Di lokasi hanya ada empat guru dan Plt Kepala Sekolah,” kata Yusuf, Rabu (20/1/2026), dikutip dari jatim.times.co.id.
Dari pengakuan pihak sekolah, lanjut Yusuf, KBM di SDN Batoporo Timur 1 hanya dilaksanakan satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat.
Ia menjelaskan, data siswa yang tercantum di Dapodik bersumber dari Kartu Keluarga yang diserahkan orang tua ke sekolah. Saat ini, Disdik Sampang masih melakukan pendalaman untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
“Semua masih proses. Hari ini guru-guru dan Plt Kepala Sekolah kami panggil untuk dilakukan verifikasi menyeluruh,” tegasnya.
Disdik juga melakukan kroscek lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya data siswa ganda dengan sekolah lain. Meski terdapat dokumentasi foto kegiatan KBM, keabsahan data peserta didik tetap akan diverifikasi secara menyeluruh.
Terkait sanksi, Disdik Sampang menegaskan belum dapat mengambil langkah apa pun sebelum seluruh proses klarifikasi dan verifikasi selesai.
“Kami tidak ingin tergesa-gesa menjatuhkan penilaian. Sanksi akan diputuskan setelah fakta benar-benar jelas,” ujar Yusuf.
Berdasarkan data Dapodik Kemendikdasmen, SDN Batoporo Timur 1 tercatat memiliki tujuh orang guru dan tenaga kependidikan (PTK), serta 33 peserta didik.
(Tim)













LEAVE A REPLY